Mobil Hybrid dan Listrik Tidak Ramah Lingkungan???
Update: ada masalah yang lupa saya sebutkan sebelumnya. Penyebab mobil hybrid dan listrik tidak ramah lingkungan selain penggunaan listrik adalah, sampah baterai dari mobil tersebut. Baterai rusak yang tidak dapat digunakan lagi, tidak seluruhnya bisa didaur ulang. Bagian yang tidak dapat didaur ulang tersebut yang akhirnya menjadi sampah kimia. Kesan yang timbul dari orang awam adalah, mobil hybrid dan listrik memberi solusi dengan masalah lain.
Judul tersebut jika dibaca, terkesan saya ingin menyerang produsen mobil. Tapi bukan itu inti dari post ini. Saya hanya ingin bercerita bahwa sebenarnya saya cukup kaget dengan apa yang saya temukan di laptop saya. Bahwa penggunaan listrik itu sebenarnya menghasilkan CO2 yang lebih besar daripada bayangan saya sebelumnya. Saya tahu bahwa sebagian listrik di Indonesia berasal dari gas, diesel, dan batubara. Yang tentu saja itu berarti pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Tapi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, seberapa banyak CO2 yang dihasilkan dari penggunaan listrik sehari-hari.
Di laptop saya, ada software bawaan bernama EcoUtility. Dari software itu, saya bisa melihat index emisi dari listrik untuk negara Indonesia adalah 0,997 kg-CO2/kWH. Dan dari software tersebut, penggunaan listrik perbulan untuk laptop saya, menghasilkan karbon dioksida sebanyak 1,7kg. Padahal laptop saya menggunakan onboard GPU dan Processor bertipe ULV, yang menggunakan daya sangat kecil. Secara rata-rata laptop saya hanya menggunakan daya sebesar 11 watt. Read more